www.riau12.com
Rabu, 19-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Bupati Siak Murka: “Harga Diri Negeri Istana Tak Bisa Dibeli!”
Minggu, 24-08-2025 - 14:41:50 WIB

TERKAIT:
   
 

SIAK SRI INDRAPURA – Harapan terciptanya jalan damai antara Pemerintah Kabupaten Siak dan PT Seraya Sumber Lestari (SSL) justru berakhir tegang. Pertemuan yang digelar di Kantor Bupati Siak pada Jumat (23/8/2025) hanya berlangsung sekitar sepuluh menit sebelum berakhir dengan adu mulut.
Bupati Siak, Afni Z, menilai perwakilan PT SSL tidak menunjukkan sikap menghormati pemerintah daerah. Ia menegaskan, setiap pengusaha yang beroperasi di Siak wajib menjunjung marwah Negeri Istana.
“Pertemuan ini seharusnya menjadi ruang negosiasi damai. Namun pihak PT SSL datang tanpa tata krama. Mereka seolah menganggap semua bisa dibeli, termasuk harga diri pemimpin Negeri bermarwah,” tegas Afni, yang juga menyampaikan pernyataan ini melalui akun media sosialnya hingga viral.
Afni menyebut, dua bulan upaya mediasi yang dilakukan pemerintah daerah menemui jalan buntu karena tidak adanya itikad baik dari perusahaan. Pertemuan di kantor bupati bahkan berakhir dengan keluarnya perwakilan PT SSL dari ruangan setelah terjadi perdebatan sengit.
“Petinggi PT SSL yang hadir tidak memahami adat dan sopan santun di Negeri Melayu. Ini tidak bisa dibiarkan,” tambahnya.
Bupati Afni menegaskan pemerintah daerah akan mengambil langkah tegas. Ia meminta agar izin PT SSL dievaluasi, termasuk opsi pengurangan areal kerja di Rencana Kerja Tahunan (RKT) hingga pencabutan izin bila diperlukan.
“Sejak awal, perusahaan ini lebih banyak membawa mudarat daripada manfaat. Tidak sedikit anak negeri yang terjerat hukum akibat konflik dengan PT SSL. Untuk itu kami akan meminta pertimbangan Kementerian Kehutanan agar izin mereka ditinjau ulang, bahkan bila perlu dicabut,” tegasnya.
Langkah tersebut, kata Afni, juga telah dikoordinasikan dengan Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak, Datuk Arfan. Menurutnya, perjuangan ini bukan semata soal sengketa lahan, tetapi juga menyangkut marwah Negeri Istana.
“Ini tentang harga diri dan kehormatan Negeri Bertuan. Kami mohon doa dan dukungan rakyat Siak agar perjuangan ini diridoi Allah SWT,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT SSL belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Bupati Siak.



 
Berita Lainnya :
  • Bupati Siak Murka: “Harga Diri Negeri Istana Tak Bisa Dibeli!”
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved